Sukses

Kiat Sukses Pengusaha Catering Hj Nurbayah dari Samarinda

Liputan6.com, Jakarta Masyarakat Kota Tepian Samarinda pasti sudah tak asing lagi dengan Restoran dan Catering Hj. Nurbayah yang terletak di Jalan Kadrie Oening, Samarinda, Kalimantan Timur.

Sayur Asam Iga Sapi dan Pepes Patin adalah dua dari sebagian besar menu unggulan yang berhasil menggoyang lidah setiap orang yang datang ke restoran maupun menggunakan jasa Catering Hj. Nurbayah.

Kelezatan masakan dan Catering Hj Nurbayah sampai juga ke lidah pemerintah daerah dan pusat. Pada tahun 2008, Hj Nurbayah dipercaya menyajikan menu pada acara peresmian PLTU milik mantan Menteri BUMN, Dahlan Iskan. Peresmian itu sendiri diresmikan Soesilo Bambang Yudhoyono sebagai Presiden RI beserta ibu Ani Yudhoyono dan dihadiri juga oleh sejumlah jajaran menteri.

Pada tahun yang sama, Hj Nurbayah dan timnya pun dipercaya kembali menyajikan menu masakan khasnya untuk tamu VIP, Paspampres, dan Peserta Paskibraka usai menghadiri peringatan 17 Agustus 2008 di Istana Negara, Jakarta. Sebelum dua event besar tersebut Catering Hj Nurbayah juga menghidangkan menu-menu spesial untuk workshop yang dihadiri 15 negara yang dilaksanakan di Tenggarong, Kutai Kertanegara.

"Menu yang saya hadirkan sayur asam iga, pepes patin, sayur urap, dan tidak ketinggalan rempeyek kacang,” ujarnya Hj Nurbayah yang telah hobi memasak sejak duduk di bangku sekolah dasar.

Kendati telah mampu menyajikan masakan di Istana Negara, tidak menjadikan Hj Nurbayah berpuas diri. Ia mengaku terus berupaya mengembangkan kemampuannya mengolah makanan. Bukan hanya makanan Indonesia, tetapi juga menu makanan dari berbagai negara lain. Mulai dari China, Jepang hingga Korea.

"Dalam berbagai kesempatan, saya juga belajar cara menghidangkan makanan dari berbagai restoran dan hotel terkenal, baik di tanah air maupun luar negeri. Saya banyak bertanya dan belajar," ucapnya.

>>>Selanjutnya Kunci Sukses Hj. Nurbayah

1 dari 2 halaman

1

Kunci Sukses Hj Nurbayah: Ikhlas, Tak Kenal Lelah, dan Terjun ke Lapangan

Bagi perempuan kelahiran Sangkulirang-Kutai Timur tahun 1962 ini, hati yang ikhlas dan tak kenal lelah untuk mengembangkan diri adalah kunci untuk meraih kesuksesan di bidang kuliner, catering dan restoran.

Ketika menceritakan masa kecilnya yang cukup keras, Hj Nurbayah tak mampu menyembunyikan air matanya. Perjalanan hidup dengan berbagai kesulitan yang dihadapinya justru membuatnya terampil mengolah aneka masakan.

Untuk membantu orang tuanya, pagi-pagi Nurbayah kecil sudah terbiasa mengolah aneka makanan di dapur rumahnya dan dibawa berjualan sebelum beranjak ke sekolah atau pun untuk kawan-kawannya di sekolah.

"Dari kecil, saya selalu berpikir bagaimana caranya supaya masakan saya disukai. Awalnya dulu seringkali memasak bihun goreng untuk dijual ke teman-teman," kata Nurbayah.

Sebelum menjadi pengusaha catering dan menekuni bidang kuliner, Nurbayah yang lulusan SMEA ini  bekerja di Bank Bumi Daya. Hobinya memasak membuat dirinya terbiasa membawa bekal makan siang dari rumah. Kebiasaan Nurbayah ini menarik minat rekan-rekan kerjanya. Dari sinilah cikal-bakal usaha catering bermula. Mulai menyiapkan hidangan untuk pengajian, kelahiran bayi, hingga akhirnya acara pertemuan perbankan dalam skala cukup besar dipercayakan pada Nurbayah.

"Dari situ juga saya secara bertahap membeli alat saji. Saya juga terus berpikir bagaimana caranya menyajikan makanan supaya terlihat menarik. Kepuasan yang disampaikan pelanggan menjadi motivasi bagi saya untuk selalu memberikan yang terbaik," kata Hj Nurbayah.

Banyaknya pesanan yang datang dan tawaran pensiun dini dari pekerjaan menjadi jawaban atas keinginan Nurbayah menekuni bisnis kuliner dan catering. "Dana pensiun yang saya terima, digunakan juga untuk melengkapi peralatan catering," jelas Nurbayah.

Dalam menghadirkan layanan catering, Nurbayah juga memiliki kiat tersendiri. Ia selalu mengupayakan hadir mengawasi acara yang menggunakan jasa cateringnya. Meski sudah dibantu beberapa karyawannya, Nurbayah tak segan turun ke dapur untuk memastikan komposisi bumbu, mencicipi masakan hingga penyajiannya.  Hingga kini, Nurbayah mempekerjakan 8 koki dan puluhan karyawan freelance yang akan selalu siap turun saat mendapatkan pesanan catering.

Restoran Menyediakan Delivery Service

Dalam waktu dekat, perempuan paruh baya dan ibu dari tiga anak ini berencana untuk membuka outlet restoran baru di tengah kota Samarinda.

Hal tersebut dilakukan sebagai jawaban atas permintaan pelanggan yang ingin mencicipi menu khasnya tanpa harus ke kawasan Kadrie Oening. Selain itu, restorannya juga menyediakan layanan pesan antar sehingga masakannya dapat diantar ke rumah pelanggan.

Kendati telah mendapat pengakuan dan memiliki usaha yang cukup besar, Nurbayah mengaku dirinya juga tak lantas mengedepankan sisi keuntungan. Baginya usaha ini dijalankan dengan keikhlasan dan ibadah untuk memberikan kebaikan bagi pelanggan maupun orang-orang di sekitarnya.

"Buat saya, menjalankan usaha ini juga amal ibadah dan untuk bisa menolong sesama," ujarnya, sembari tersenyum.

Dalam hal urusan transaksi keuangan dengan pelanggan maupun pembayaran untuk pasokan bahan baku makanan, Hj Nurbayah mempercayakan sepenuhnya dengan layanan perbankan dari BCA yang telah memiliki jaringan terluas dan terbesar di Indonesia.

"Di restoran, saya juga menyediakan mesin EDC buat pengunjung yang ingin membayar menggunakan kartu. Bagi saya, BCA selalu memberikan pelayanan terbaik, bahkan saya merasa kami layaknya keluarga," paparnya.

BCA Senantiasa di Sisi Anda

(Adv)